Saturday, 5 October 2013

Presiden Berhentikan Akil Mochtar dari Ketua MK

  • Penulis :
  • Sabrina Asril
  • Sabtu, 5 Oktober 2013 | 15:51 WIB
Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10/2013). Akil yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka, diduga terlibat dalam suap pengurusan sengketa pilkada Gunung Mas Kalimantan Tengah. | TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk memberhentikan sementara Akil Mochtar dari jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Keputusan itu diumumkan Presiden usai menggelar rapat konsultasi dengan para pimpinan lembaga tinggi negara di Jakarta, Sabtu (5/10/2013).

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengungkapkan lima langkah penyelamatan MK.

Seperti diberitakan, Akil "menginap" di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak tertangkap tangan pada Rabu (2/10/2013) malam. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan di Lebak, Banten. Akil ditangkap di kediamannya bersama dengan Chairun Nisa dan Cornelis.

Dari rumah Akil, KPK menyita uang yang nilainya sekitar Rp 3 miliar. Uang itu diduga akan diberikan Chairun Nisa dan Cornelis kepada Akil terkait kepengurusan sengketa pilkada di Gunung Mas.

Untuk kasus Pilkada Gunung Mas, ada empat orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka. Selain Akil, Chairun Nisa, dan Cornelis, KPK menetapkan calon bupati petahana Pilkada Gunung Mas, Hambit Bintih, sebagai tersangka.

Kemudian, dalam kasus Pilkada Lebak, KPK kembali menetapkan Akil sebagai tersangka atas dugaan menerima uang. Untuk kasus ini, dia dan advokat Susi Tur Andayani diduga menerima uang Rp 1 miliar dari Tubagus Chaery Wardana.

Adapun Tubagus diketahui sebagai adik Gubernur Banten Ratu Atut, yang juga suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. KPK juga menetapkan Tubagus dan Susi sebagai tersangka dalam kasus ini.
Editor : Kistyarini
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Ketua MK Ditangkap KPK

Friday, 4 October 2013

27 Tewas Akibat Lakalantas di Ende

Rabu, 2 Oktober 2013 22:24 WITA

27 Tewas Akibat Lakalantas di Ende
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Ilustrasi 
Laporan Wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius 
POS KUPANG.COM, ENDE --
Sebanyak 27 orang warga masyarakat Kabupaten Ende tewas serta puluhan luka berat dan ringan akibat kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi dalam kurun waktu tahun 2013.
Dari jumlah tersebut para pelaku pada umumnnya adalah anak-anak remaja maupun dewasa bahkan ada anak dibawah umur.
Kasat Lantas Polres Ende, Iptu Randy Asdar mengatakan hal itu kepada Pos Kupang di Ende, Rabu (2/10/2013) ketika dikonfirmasi mengenai kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Ende dalam kurun waktu tahun 2013.
Iptu Randy mengatakan melihat jumlah kasus kecelakaan yang terjadi dapat dikatakan bahwa kasusnya dikategorikan tinggi oleh karena itu pihaknya meminta kepada semua pihak untuk berhati-hati dalam berkendaraan serta mematuhi berbagai peraturan lalu lintas yang berlaku serta senantiasa menggunakan kendaraan yang memenuhi standar.
"Dalam berbagai kasus kecelakaan lalu lintas pada umumnya disebabkan karena kelalain pengemudi baik karena terlalu ngebut dalam berkendaraan sehingga tidak mampu menguasai kendaraan sehingga menabrak orang juga dikarenakan spesifkasi kendaraan yang tidak memenuhi standar,"kata Iptu Randy.
Faktor lain ujar Iptu Randy kasus kecelakaan lalu lintas juga terjadi karena pengendara tidak mengenakan perlengkapan kendaraan yang standar seperti helm padahal helm adalah perlengkapan yang wajib dikenakan bukan saja karena aturan lalu lintas mengatur demikian juga lebih pada factor keselamatan pengendara.
Sehubungan dengan kasus kecelakaan lalu lintas yang cukup menonjol, Iptu Randy meminta perhatian orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka dalam menggunakan kendaraan. Orang tua diminta tidak mudah memberi kepercayaan kepada anak-anak untuk mengendarai kendaraan dengan alasan apapun.
"Terkadang dalam kasus kecelakaan lalu lintas justru yang mensponsori anak-anak mereka untuk berkendaraan adalah orang tua. Anak-anak kerap diminta untuk membeli rokok atau pulsa padahal meskipun anaknya telah bisa berkendaraan namun dari sisi emosional belum matang sehingga yang bersangkutan mengendarai kendaraan dengan ugal-ugalan apalagi dilakukan bersama teman-teman sehingga mereka tidak pernah memikirkan resiko baik bagi diri sendiri maupun orang lain,"kata Iptu Randy.*

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang

Pelamar Seleksi CPNSD FLotim Jauh Melebihi Quota


Rabu, 2 Oktober 2013 21:42 WITA
Share
Pelamar Seleksi CPNSD FLotim Jauh Melebihi Quota
Net
Ilustrasi
Laporan Wartawan Pos Kupang, Sarifah SifahPOS KUPANG.COM, LARANTUKA --
Pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Flores Timur (Flotim) khususunya guru membludak dengan perbandingan sekitar 100:4 dengan kebutuhan sejak dibukanya pengumuman pendaftaran CPNSD Flotim.
Terbukti hingga penutupan pendaftaran jumlah pendaftar guru mencapai 800 lebih orang. Padahal formasi yang dibutuhkan hanya 30 lebih orang.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Flotim, Fidelis Larantukan, SE yang dihubungi wartawan, Selasa (2/10/2013) mengatakan, pendaftaran online sudah dibuka dan sudah ditutup pada Jumat 28 September 2013. Saat ini para pemalar sudah mengambil nomor ujian di Kantor BKD.Ia mengakui, semua pelamar yang masuk adalah guru mulai dari TK hingga SMU. "Sebelum diseleksi menggunakan data, pendaftar di online membeludah hingga 2000 lebih namun setelah diseleksi pendaftar berkurang 800 lebih orang. Ini karena banyak pelamar sudah mendaftar namun mendaftar ulang sehingga angkanya membeludak,"terangnya.
Mengenai tenaga honor yang masuk dalam kategori K1 dan K2 kata Fidelis, pemerintah daerah telah menyerahkan data ke pemerintah pusat.
"Kalau K1 tidak lagi mengikuti ujian dan siap diangkat menjadi CPNSD sedangkan untuk K2 akan mengikuti ujian secara bersamaan dengan pelamar umum pada 3 Nofember mendatang,"terangnya.
Ditanya soal tenaga kontrak yang saat ini sedang mengabdi di PEmkab Flotim, Fidelis mengakui, tenaga kontrak beda dengan tenaga honor.
"Untuk tenaga honor sudah masuk K1 dan K2. Sedangkan tenaga kontrak yang baru melamar tahun lalu dan tahun ini tidak disebut tenaga honor tapi tenaga kontrak. Mereka (tenaga kontrak,red) bias sewaktu-waktu jika tidak dibutuhkan maka pemerintah akan melakukan pemutusan hubungan kontrak (PHK),"tandasnya.*

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang

Empat Jam, Polisi Periksa Kadis Pariwisata Lembata

Rabu, 2 Oktober 2013 21:25 WITA
Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks JangguPOS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- 
Penyidik Polres Lembata, Rabu (2/10/2013) memeriksa Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lembata, Longginus Lega, SE bersama dengan perancang Sirkuit Motorcross, Awaludin Lega.Pemeriksaan terhadap Kadis Pariwisata itu menyusul musibah kematian Petrus Alfons Hita (11) di lokasi pembangunan sirkuit motorcross untuk memeriahkan Rally Wisata Bahari Lembata per 15 Oktober 2013 mendatang.
Kadis Pariwisata diperiksa kurang lebih selama empat jam di ruang penyidikan polres Lembata. Beberapa staf kadis pariwisata juga ikut menyaksikan atasan mereka diambil keteranan oleh kepolisian.Kapolres Lembata, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wresni Haryadi Satya Nugroho, ST kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (2/10/2013) mengatakan pemeriksaan kadis pariwisata dilakukan untuk menyelidikan kasus itu."Dimintai keterangan saja, untuk apa lubang-lubang itu digali. Saya tidak tahu lubang-lubang itu digali untuk apa," tanya kapolres Nugroho.Setelah mendapat keterangan dari kadis pariwisata, tambah kapolres baru kemudian dilakukan pengembangan dengan memeriksa orang-orang lain yang terkait masalah itu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lembata, Longginus Lega, SE usai diperiksa mengungkapkan dirinya ditanyai banyak hal terkait hal itu, tanpa merincikan keterangan apa yang diberikannya kepada penyidik.Namun masalah teknis pembangunan sirkuit motorcross itu, Longgi Lega mengaku tidak mengetahui sama sekali. Karena design pembangunan sirkuit itu diserahkan kepada Forum Pemuda Peduli Pariwisata Lembata yang diketuai Awaludin Lega.Sedangkan terkait pembiayaan pembangunan sirkuit, Longgi Lega mengatakan dilakuka swadaya dengan menggandeng Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pekerjaan Umum dan Pariwisata sendiri."Alat beratnya dari pariwisata, lodernya dari PU dan saya yang bantu isi BBM dan makan minum pekerja di sana. Designnya diserahkan ke forum pemuda peduli pariwisata Lembata," jelas Longgi Lega.Awaludin Lega, ketua Forum Peduli Pariwisata Lembata yang juga diperiksa polisi kepada wartawan di mapolres Lembata menjelaskan bahwa lubang-lubang yang digali itu rencananya akan ditutup kembali setelah lomba motorcross itu selesai digelar.*
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang

Seribu Orang Sudah Mendaftar Rebut 60 Kursi CPNS Mabar

Senin, 30 September 2013 21:35 WITA
Seribu Orang Sudah Mendaftar Rebut 60 Kursi CPNS Mabar
net
ilustrasi
Laporan Wartawan Pos Kupang, Servans MamilianusPOS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Sejak dibuka mulai tanggal 20 September 2013 lalu hingga Hari Sabtu (28/9/2013), jumlah sementara calon peserta testing CPNS formasi umum di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mencapai 1.161 orang.Terdiri dari, pendaftar pada formasi guru sebanyak 711 orang, formasi kesehatan 321 orang dan formasi tenaga tekhnis 129 orang.
Demikian data yang diperoleh Pos Kupang dari kantor Badan Kepegawian Daerah (BKD) Mabar pada Hari Senin (30/9/2013) kemarin.Jumlah tersebut diyakini akan bertambah karena pendaftaran masih akan terus berlangsung sampai tanggal 7 Oktober 2013 mendatang.Khusus berkaitan dengan jumlah total yang dibutuhkan, ada perubahan dari angka sebelumnya. Sebelumnya jumlah kebutuhan CPNS yang akan diterima di Mabar sesuai kuota dari Kementerian Aparatur Negara dan Birokrasi (Menpan RB) sebanyak 40 orang.Tetapi Pemda Mabar telah mengusulkan kepada Menpan RB agar jumlahnya bertambah. Menpan sendiri menerima usulan tersebut dan bertambah 20 orang dari angka sebelumnya, sehingga jumlah total yang dibutuhkan menjadi 60 orang pada 3 formasi tersebut."Kami mengusulkan untuk penambahan dan sudah diterima untuk ditambah 20 orang. Awalnya hanya dibutuhkan 40 orang, setelah ditambah 20 orang maka jumlahnya menjadi 60 orang. Tetapi saya belum dilaporkan secara detailnya tentang formasi penambahan itu," kata Sekda Mabar, Rofinus Mbon, saat dikonfirmasi Senin kemarin.*
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang