Monday, 10 March 2014

Tersangka Pembunuhan Sara Belum Tentu Alami Gangguan Psikologis


  Kusmiyati

(twitter.com dan path.com)


Liputan6.com, Jakarta Meski belum tentu mengalami gangguan psikologis, Ahmad Imam Al Hafitd (19) dan Assyifa Rani (19) pelaku pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto (19) disebutkan tetap butuh pendamping seorang psikolog.
Demikian disampaikan Psikolog Klinis, Baby Jim Aditya saat diwawancari Liputan6.com, Senin (10/3/2014).

"Kita jangan dulu mengansumsikan semua yang dilakukan mereka karena ada gangguan psikologis. Perlu wawancara khusus yang mendalam kepada mereka. Jangan karena ada bukti sedikit kemudian diasumsikan mereka mengidap gangguan. Tapi mereka butuh psikolog," kata Baby.

Baby menambahkan, ada hal paling penting yang harus diteliti dari kasus pembunuhan yang menimpa Ade Sara Angelina Suroto (19) ini.
"Perlu dilihat faktor-faktor kenapa hal itu bisa terjadi. Paling penting itu yang harus diteliti dan didalami adalah perasaan keduanya. Kenapa Hafidz ingin balikan kepada mantan padahal punya pacar? Kenapa anak yang belum 20 tahun itu sudah selingkuh? Dan kenapa Syifa begitu rela berkorban demi pacar," kata Baby.

Dari pertanyaan itu, menurut Baby akan ketemu solusi masalah yang dihadapi keduanya. "Sekali lagi kita juga perlu melihat apa penyebabnya sampai mereka melakukan hal tersebut. Mungkin karena pola asuh orangtuanya yang salah, atau karena lingkungannya. Lihat penyebabnya dulu bukan langsung pertanyakan dampaknya," kata Baby.
 
(Abd)

Monday, 3 March 2014

Dua Pemburu Liar Tewas, Barang Bukti Rusa Mati Diamankan

Minggu, 2 Maret 2014 21:45 WITA
Dua Pemburu Liar Tewas, Barang Bukti Rusa Mati Diamankanistimewa
ilustrasi 
POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Pengelola Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) sudah mengamankan barang bukti terkait kontak senjata antara tim operasi gabungan melawan warga asal Bima yang memburu rusa di Pulau Komodo.
"Kami sudah mengamankan barang bukti berupa speed boat milik tim operasi gabungan yang terdapat bekas tembakan, rusa yang sudah mati dan serpihan peluru," kata Kepala BTNK, Sustyo Iriyono, Sabtu (1/3/2014).
Dia menjelaskan, beberapa saat setelah kejadian, petugas BTNK terjun ke lokasi untuk melihat kondisi, termasuk mengamankan barang bukti.
Penanganan kasus itu, demikian Sustyo, pihaknya  menyerahkan kepada instansi yang berwenang. Selain itu, lanjut Sustyo, staf BTNK dalam hal ini polisi kehutanan yang ikut dalam tim operasi gabungan sudah dimintai keterangan, Jumat (28/2/2014).
Dari  keterangan mereka, demikian Sustyo, kuat dugaan warga asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), masuk kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) untuk melakukan perburuan liar rusa. Hal itu dikuatkan seekor rusa yang sudah mati di sekitar lokasi kontak senjata.
"Selama ini sudah dua kali kontak senjata. Kontak senjata pertama para pemburu liar berhasil melarikan diri. Sudah ada informasi intelijen yang mengatakan bahwa ada perburuan liar rusa di wilayah TNK," papar Sustyo.
Kapolres Manggarai Barat (Mabar), AKBP Jules Abraham Abast, S.Ik   mengatakan, pihaknya tetap meningkatkan pengamanan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Jules membenarkan bahwa dua orang korban dari pihak pemburu liar meninggal dunia di Bima beberapa saat setelah terjadinya kontak senjata.
"Dua orang itu meninggal dunia di Bima. Belum diketahui  apakah meninggal di rumah sakit, puskesmas atau di rumahnya. Saat ini kami tetap melakukan prosedur siaga seperti biasanya. Patroli untuk pengamanan ditingkatkan dan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, antara lain Dandim dan Posal," kata Jules.
Jules menjelaskan, personel Brimob yang ikut dalam tim operasi gabungan itu sudah dimintai keterangannya oleh Provost Brimob. Pihaknya juga sudah melaporkan kejadian itu secara tertulis kepada Kapolda NTT di Kupang.
"Untuk personel Brimob yang ikut dalam tim operasi gabungan sudah dimintai keterangannya di Labuan Bajo oleh Provost Brimob terkait kronologi kejadian," ujarnya.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang menyebutkan, dua orang warga Bima yang meninggal dunia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Muhamadiyah Bima, tetapi naywa mereka tidak bisa diselamatkan. Aiman (30), menghembuskan nafasnya sekitar pukul 01.00 Wita pada Kamis (27/2/2014) malam. Sedangkan Faisal (35) meninggal dunia sekitar pukul 03.00 dini hari.
Para pemburu liar tiba di Bima sekitar pukul 23.00 Wita Kamis malam, setelah terlibat kontak senjata dengan tim operasi gabungan di TNK. Jumlah  warga yang datang berburu liar masih simpang siur. Ada yang mengatakan 10 orang, ada yang menduga tidak sampai 10 orang.
Sebelumnya diberitakan, dua orang warga Bima, NTB meninggal dunia dalam kontak senjata dengan petugas tim operasi gabungan yang terdiri  10 orang personel Brimob dan tujuh orang petugas TNK di Toro Langkoi atau Loh Belanda di Pulau Komodo bagian barat, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) pada  Kamis (27/2/2014) malam sekitar pukul 18.20 Wita. Warga Bima yang diperkirakan berjumlah 10 orang saat itu diduga hendak melakukan perburuan liar rusa-rusa di kawasan TNK.
Kepala Bagian Humas Polda NTT, AKBP Okto Riwu, dikonfirmasi Pos Kupang, Sabtu, (1/3/3014) siang mengatakan, masalah yang terjadi di Pulau Komodo masih perlu diselidiki kronologi kejadian.
"Kami  belum menerima informasi yang jelas tentang kontak senjata di TNK itu. Saya sudah kontak ke sana (Polres Manggarai Barat di Labuan Bajo), tapi belum tersambung," ujar Okto. (ser/aa)
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang

Dikira Tidur Tukang Bangunan Tewas di Belakang Sekolah

Minggu, 2 Maret 2014 22:20 WITA
Dikira Tidur Tukang Bangunan Tewas di Belakang SekolahPOS KUPANG/JUMAL HAUTEAS
Jenazah Markus Lengari saat di balik oleh anggota tim Identifikasi Polres TTU, Sabtu (1/3/2014), untuk mengidentifikasi kondisi tubuh korban. 
 
POS KUPANG.COM, KEFAMENANU -- Markus Lengari (26), seorang tukang bangunan, Sabtu (1/3/2014), ditemukan tewas di belakang gedung Sekolah Dasar (SD) GMIT Oetalus, Kelurahan Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Markus, warga Kelurahan Bansone, Kecamatan kota Kefamenanu, ditemukan tak bernyawa lagi oleh Deki Nubatonis, siswa Kelas IV SD GMIT Oetalus, sekitar pukul 06.40 Wita.   Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Deki kemudian memberitahukan kepada temannya. Informasi penemuan mayat Markus dilanjutkan kepada orangtua mereka di rumah yang tidak jauh dari tempat penemuan mayat Markus. Orangtua Deki dan beberapa warga melaporkan penemuan mayat Markus  kepada pihak kepolisian.
Kepada Pos Kupang Deki Nubatonis menuturkan, ia saat itu hendak ke sekolah. Sebelum sampai di sekolah, ia melihat ada tubuh orang yang dikira sedang tidur di belakang sekolahnya. Karena itu, ia menyampaikan kepada salah seorang temannya, lalu keduanya menyampaikan kepada orangtua mereka.
"Saya belum sampai di sekolah, saya lihat ada orang tidur di belakang sekolah. Saya kasih tahu teman dan orang tua di rumah. Setelah dilihat ternyata bukan orang tidur,
tapi sudah meninggal," ujarnya.
Deki mengatakan, ia mengetahui Markus sebagai salah satu tukang yang mengerjakan proyek rehab sekolah mereka. Tetapi, Deki mengaku tidak mengetahui persis siapa nama korban sebenarnya. "Saya biasa lihat dia (korban) di sini karena kerja sekolah
kami. Tetapi saya tidak tahu namanya," katanya.
Kapolres TTU, AKBP. Drs. I Gede Mega Suparwitha, M.Si, kepada Pos Kupang, Sabtu (1/3/2014), mengatakan, ia  mendapat laporan via telepon sekitar pukul 07.00 Wita dari masyarakat setempat mengenai  penemuan mayat di sekitar SD GMIT Oetalus.
Menindaklanjuti informasi itu, demikian Suparwitha, ia bersama Wakapolres TTU, Kompol Dede Rochmana, S.H, S.Ik, dan tim Polres TTU turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami mendapat informasi dari masyarakat sekitar pukul 07.00 Wita, sehingga langsung turun ke TKP dan identifikasi oleh anggota tim identifikasi. Di tubuh korban tidak ditemukan  tanda-tanda kekerasan sehingga kami (polisi) bawa ke rumah sakit dan otopsi," jelasnya.
Suparwitha menyatakan, kepolisian akan bekerja  profesional untuk menuntaskan kasus ini. Namun pihaknya berharap dukungan masyarakat sekitar yang mungkin ada informasi mengenai aktivitas korban di sekitar lokasi kejadian dalam kurun waktu beberapa hari terakhir ini. Informasi itu  dapat membantu polisi menangani kasus ini.
Mengenai hasil otopsi jenazah Markus, Suparwitha mengatakan, hasilnya belum dikeluarkan oleh pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Kefamenanu. Ia berharap hasil otopsi mayat Markus dapat memberikan petunjuk bagi polisi untuk melakukan penanganan masalah ini.
"Hasil otopsinya belum ada, tetapi jenazah korban sudah kami serahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan," jelas Suparwitha.
Pantauan Pos Kupang, Sabtu (1/3/2014), jenazah Markus ditemukan tepat di belakang ruangan gedung SD GMIT Oetalus, pada ruangan paling ujung bangunan yang menghadap ke ruas jalan Kefamenanu-Eban.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, selama ini ruangan itu dipakai Markus untuk beristirahat setiap malam. Markus ditemukan dalam keadaan tertelungkup dengan tangan kirinya dalam posisi terlipat dan berada dekat paha kirinya. Tangan kanannya terentang dengan posisi kaki mengarah ke bangunan.
Markus diduga menghembuskan napas terakhir pada malam hari karena saat ditemukan tubuhnya  sudah  kaku dan  tidak dapat diperbaiki lagi kedua tangannya yang tidak berada pada posisi yang sempurna. Markus diketahui tidak bermasalah dengan orang lain, dia  berada di lokasi untuk menjaga material bangunan yang ada di lokasi sekolah itu. Pasalnya, rehab gedung sekolah itu dikerjakan oleh sanak keluarga korban. (meo)
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang

3 Foto Ibu Menyusui yang Mencetak Kontroversi

Minggu, 2 Maret 2014 22:10 WITA
3 Foto Ibu Menyusui yang Mencetak KontroversiUSMAGAZINE
Gisele Bundchen banyak menghabiskan waktu dengan putrinya. 

KOMPAS.com – Ketika berada di ruang publik, para ibu pada umumnya memilih ruang tersembunyi untuk menyusui. Namun, tiga orang ibu berikut ini malah memilih cara serta lokasi  unik dan terbilang kontroversial saat menyusui bayi mereka. Berikut ulasannya!
  
Foto ibu menyusui anak sambil berdandan
Gisele Bundchen dikenal sebagai supermodel dengan bayaran tertinggi, suaminya Tom Brady, seorang atlet Baseball tersohor. Jadi, tidak perlu heran bila gaya hidupnya tidak sama dengan para ibu muda pada umumnya di dunia. Ketika foto Gisele sedang berdandan  sembari menyusui putrinya yang baru berusia satu tahun dan dikelilingi tiga orang penata rias, diunggah pada akun instagramnya, sejumlah tanggapan dan komentar pun berkecamuk. Mulai dari yang bernada positif hingga negatif, silih berganti mengomentari foto Gisele.
“Setelah 15 jam berada di dalam pesawat, entah apa jadinya penampilanku tanpa tim penata rias ini,” tulis Gisele yang asal Brazil ini pada status fotonya tersebut. 

Foto ibu menyusui anak sambil mengayuh sepeda
ODDEE.COM Seorang ibu di China nekat menyusui bayinya sambil bersepeda 
Para pengguna jalan di Yuzhou, China, melaporkan kepada polisi mengenai perilaku mematikan seorang ibu yang sering terlihat mengendarai sepeda sambil menyusui anaknya. Satu tangan menggendong anak laki-lakinya yang berusia 18 bulan, satu tangan lainnya mengendalikan stang sepeda. 
Ketika kedapatan tengah bersepeda sambil memberikan ASI di jalanan yang padat kendaraan bermotor, polisi segera memanggil sang ibu nekat ini. Menurut kesaksiannya, si ibu membela diri karena tidak tega mendengar bayinya menangis, kelaparan ingin menyusu. Meski begitu, karena tindakannya dapat membunuh sang anak, polisi tetap memberikan peringatan keras padanya, agar tidak mengulangi kebiasaan gilanya tersebut.
Foto ibu Menyusui sambil menyetir mobil dan menelpon
ODDEE.COM Ilustrasi
Pada tahun 2009, seorang ibu bernama Genine Compton terlihat tengah asik menyetir mobil sembari berbicara lewat ponsel, dan menyusui bayinya! Polisi yang secara tidak sengaja melihat “aksi” Genine tersebut, segera menghentikan mobilnya yang sedang berkendara di kawasan pinggir kota Kettering, Amerika Serikat.
Pembelaan yang disampaikan oleh Genine adalah tidak tega mendengar tangisan bayinya yang masih berumur di bawah dua tahun, karena ingin menyusu. Pihak kepolisian mengganjarnya dengan undang-undang perlindungan anak di bawah umur. (oddee/kompas.com)
Editor: alfred_dama
Sumber: Kompas.com