Monday, 3 February 2014

Kisah Pria Meksiko Terombang-ambing 16 Bulan di Laut Pasifik

Ivan terdampar sejauh 9.656 kilometer hingga ke Kepulauan Marshall. 
 
Senin, 3 Februari 2014, 08:55 Muhammad Chandrataruna, Amal Nur Ngazis 
 
Kepulauan Marshall di Pasifik [foto ilustrasi]
Kepulauan Marshall di Pasifik [foto ilustrasi] (econews.com)
VIVAnews - Seorang pria warga Meksiko, Jose Ivan, mengaku terombang ambing di laut selama 16 bulan sejak berlayar dari pantai Meksiko pada September 2012 silam.

Awalnya, dia bersama koleganya hendak berlayar dari Meksiko ke El Savador sampai akhirnya ia terdampar di kepulauan terpencil di Pasifik Utara, Kepulauan Marshall, yang jauhnya mencapai 6.000 mil (9656 km) dari perairan Meksiko.

Dilansir Telegraph, Senin 3 Febuari 2014, saat ditemukan warga pulau Karang Ebon, salah satu pulau terpencil di Kepulauan Marshall, Ivan dalam kondisi memprihatinkan.

Hanya mengenakan celana compang camping, rambut dan jenggot panjang tak beraturan bersama dengan kapal kaca serat 24 kaki atau 7,3 meter. Tragisnya, menurut pengakuan Ivan, sang kolega, telah tewas beberapa bulan lalu saat terombang-ambing di laut.


Saat ditemukan, Ivan dilaporkan tengah makan dan sempat susah untuk diinterogasi karena tak dapat berbahasa Inggris maupun Spanyol. Ivan buta huruf, hanya berkomunikasi dengan bahasa gambar.

"Saya sudah mengenalnya melalui gambar yang ia gambarkan. Sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya," ujar Ione de Bum, Walikota Pulau Karang Ebon.

Brum menduga, selama terombang-ambing, Ivan bertahan hidup dengan makan seadanya, yakni kura-kura, burung, dan ikan serta minum darah kura-kura saat kemarau tiba. Ini diperkuat dengan cangkang kura-kura di kapalnya saat terdampar di Pulau Karang.

Selama bertahan hidup, Ivan juga diduga menangkap makanannya itu dengan tangan. Sebab, kapal motornya tak memiliki alat tangkap.

Saking lamanya berada di kapal, Brum mengatakan, Ivan tak dapat berjalan, sebab lututnya terasa sakit. Untungnya, secara umum, kesehatannya masih oke.

Setelah diinterogasi, Ivan langsung diberi makanan bergizi, pakaian dan obat nyamuk oleh penduduk setempat, lalu di bawa ke rumah sakit untuk ditanyai otoritas pulau tersebut.

Gee Leong Bing, Sekretaris Urusan Luar Negeri kepulauan itu mengatakan akan memverifikasi Ivan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Meksiko untuk proses pemulangannya.

Otoritas juga mengaku telah mengirimkan kapal patroli untuk membawa Ivan ke Majuro, ibukota Kepulauan Marshall.

Kisah Ivan bukan yang pertama kali terjadi. Dulu, pada tahun 2006 lalu, tiga nelayan Meksiko menjadi perhatian media internasional karena hanyut selama sembilan bulan bersama perahu kaca serat dan kemudian terdampar di Kepulauan Marshall.

Tiga nelayan itu bertahan hidup dengan air hujan, makan ikan mentah, dan burung laut. Sama seperti Ivan, mereka pun menggunakan tangan kosong untuk mencari makanan.

© VIVA.co.id  

Sunday, 2 February 2014

Bencana di NTT Menewaskan Lima Orang

http://kupang.tribunnews.com
Senin, 3 Februari 2014 12:52 WITA
Bencana di NTT Menewaskan Lima Orang 

POS KUPANG.COM, KUPANG  -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam yang terjadi di provinsi kepulauan itu selama lebih dari dua pekan ini sebanyak lima orang.
Korban meninggal dunia itu antara lain akibat kecelakaan kapal motor di perairan maupun karena terbawa banjir bandang, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) Tinu Tadeus, di Kupang, Senin.
Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama lebih dari dua pekan dilanda hujan lebat, disertai angin kencang dan tinggi gelombang di wilayah perairan berkisar 4 hingga 6 meter.
Dia mengatakan, para korban yang meninggal dunia itu adalah dua orang di Lembata yang meninggal dunia akibat kecelakaan kapal motor di perairan antara Adonara-Lembata dan di Kabupaten Alor, Rote Ndao dan Kabupaten Kupang masing-masing satu orang.
"Korban bencana alam tercatat lima orang. Dua di Lembata, Kupang, Rote Ndao dan Alor masing-masing satu orang meninggal," katanya.
Mengenai kerugian, dia mengatakan belum semua kabupaten melaporkan kerugian akibat bencana alam yang terjadi dalam beberapa pekan ini.
Hanya ada beberapa kabupaten yang sudah melaporkan seperti Kabupaten Alor, Sumba Timur dan Alor, katanya.
Daerah yang sudah melaporkan adanya bencana ini kata dia, sudah ditindaklanjuti dengan mengirim bantuan darurat ke lokasi kejadian.
Mengenai antisipasi bencana dia mengatakan setiap daerah sudah memiliki dana tidak terduga yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, jika terjadi bencana alam maupun rawan pangan yang memerlukan bantuan.
Selain dana cadangan, ada beras cadangan sebanyak 100 ton yang siap digunakan jika diperlukan untuk membantu korban bencana alam yang kekurangan pangan, katanya.
"Soal kesiapan memang tidak ada masalah karena pemerintah daerah memiliki dana cadangan sekitar Rp3 miliar dan juga ada cadangan beras. Kalau kurang bisa didrop dari provinsi," katanya.(ant)
Editor: alfred_dama

Ini alasan mengapa Dubai menjadi kota sangat kaya

 

Kategori Dunia

Hampir semua orang tahu tentang Kota Dubai dan hamparan luas kekayaannya. Kota yang terletak di Uni Emirat Arab dan sangat identik dengan sumber daya alamnya berupa minyak bumi. Kebanyakan orang beranggapan bahwa Dubai menjadi kota kaya karena berada di Teluk Arab yang memiliki sumur minyak bumi yang melimpah. Namun, anggapan kebanyakan orang itu salah, karena pendapatan kota itu yang menyumbang sekitar $ 100.000.000.000 bagi pendapatan negaranya, ternyata berasal dari bisnis real estate, perusahaan penerbangan dan pelabuhan.


Produksi minyak bumi rupanya hanya menyumbang 7 persen saja dari total pendapatan negara itu, sedangkan sisanya dari pendapatan dari sektor investasi berat, industri dan lahan. Pemerintah Uni Emirat Arab dan Kota Dubai mulai mengadopsi metode Barat dalam pengembangan bisnis properti. Pada awal 1980-an, banyak yang memprediksi bahwa ekonomi Dubai tidak akan mampu bertahan jika hanya fokus pada bisnis sektor sumber daya minyak bumi semata. Sehingga perlu bagi pemerintah dan pengusaha di kota ini memikirkan investasi pada sektor lainnya. Salah satunya adalah investasi dibidang real estate yang sekarang menjadi tulang punggung utama perekonomian Arab.


Pada tahun 2000, sebagian besar pembangunan properti mulai dikerjakan. Hal ini memberikan dorongan segar bagi perekonomian di kawasan itu dan benar-benar menyebabkan investasi real estate di kota tersebut berkembang pesat. Masih pada tahun 2000, dunia menyaksikan pembukaan Dubai Internet City. Hal ini mengundang banyak klien global dari berbagai negara mendukung usaha Dubai memanfaatkan teknologi. Kota itu benar-benar membebas pajak di sektor tekonologi informasi, sehingga hal ini menarik banyak investor.


Pada tahun 2003 banyak investor asing yang melirik potensi besar di Uni emirat Arab dan berencana berinvestasi di sana. Menariknya, negara itu memiliki aturan bahwa pemilik properti hanya bisa memiliki properti masing-masing dalam jangka waktu sembilan puluh sembilan tahun dan tidak ada sama sekaliaturan yang disebut aturan freehold. Aturan itu tetap menarik minat investor, sehingga berdirilah bangunan Burj Khalifa yang dibangun oleh Emaar Properties, Dubai Marina, Jumeirah Village dan Burj Al-Arab, yang merupakan hotel paling mahal dan merupakan bangunan tertinggi di dunia serta proyek-proyek lain yang pembangunannya tengah berlangsung.


Burj Khalifa, sebuah bangunan senilai $ 1,5 Miliar, hingga tahun ini masih menempati sebagai bangunan tertinggi di planet Bumi. Sejak berdirinya bangunan ini pendapatan Kota Dubai meningkat secara signifikan dalam sektor pariwisata. Kemudian, ada pulau-pulau kelapa buatan (biaya konstruksi $ 12.300.000.000) juga menarik banyak wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Meski demikian, bukannya sama sekali kota ini tidak punya masalah. Sejak tahun 2008 pendapatan produk domestik bruto diperkirakan turun sebesar $ 82.110.000.000. Tidak sedikit investor yang mengurungkan proyek mereka di kota itu pada saat krisis global itu. Harga properti mulai jatuh secara signifikan dan ribuan orang yang merupakan penduduk kota itu mulai kehilangan pekerjaan mereka. Perlahan-lahan tapi pasti, kota ini kemudian seperti mendapatkan semangatnya kembali. Kota ini mulai bergolak lagi dan kegagalan hanya menjadi sejarah singkat dan pembelajaran bagi pemerintah Uni Emirat. Lokasinya yang strategis dan menghubungkan Asia dan Eropa telah memastikan peluang bisnis yang menjanjikan untuk waktu yang lama bagi masa depan Dubai.

Artikel ini ditulis oleh : Mukhtar Amin

Tuesday, 21 January 2014

Kala Wanita Perkosa Pria

Jum'at, 3 Mei 2013, 21:39 WIB - VIVAnews

VIVAnews – Ada ‘hantu’ gentayangan di Zimbabwe, dan para lelaki gemetar bukan kepalang. Suatu kali Susan Dhliwayo menyetir mobil di jalanan kota di negeri itu. Di tengah jalan gadis itu melihat segerombol lelaki berjalan kaki. Ingin berbuat baik, Susan lalu menawarkan tumpangan.
Tapi alangkah herannya dia. Niat baik itu ditolak. Perempuan 19 tahun itu mengerenyitkan kening, mendengar alasan para lelaki itu: mereka takut pada perempuan. “Mereka bilang, 'Kami tidak mau ikut karena tidak percaya sama kamu,'" kata Susan saat mengingat kejadian rada aneh itu, seperti dikutip New Straits Times pada Maret 2012. 

Para lelaki di Zimbabwe kini melihat perempuan seperti ‘hantu’. Mereka takut diperkosa perempuan yang belum mereka kenal. Ya, diperkosa. Ini serius, para lelaki kerap jadi korban di sana. Salah satu modusnya adalah menawari tumpangan seperti yang dilakukan Susan.

Lalu, lelaki yang masuk jerat diancam pakai senjata. Ada juga yang diajak minum, tapi minumannya sudah dicampur obat kuat. Ada pula diancam pakai ular hidup, agar mau berhubungan intim berkali-kali sebelum dibuang ke tempat antah berantah. Sejumlah kasus mencuat di Zimbabwe, dan diberitakan media massa setempat. Media internasional pun mulai melirik.

Kasus ini akhirnya dikaitkan dengan cerita ada kelompok perempuan spesialis pengumpul sperma. Kisah ini muncul setelah polisi Zimbabwe beberapa waktu lalu sempat menahan tiga perempuan yang punya 31 kondom bekas berisi sperma milik sedikitnya 17 lelaki berbeda, yang mengaku jadi korban perkosaan. (Baca cerita lengkapnya di bagian 3: Sesajen Sperma Sang Dukun)

Kasus terkini menimpa seorang serdadu muda di Zimbabwe. Setelah disekap berhari-hari, dan harta bendanya dirampok, prajurit malang berusia 25 tahun itu, harus melayani nafsu perempuan penculik.

Peristiwa itu berlangsung di Provinsi Manicaland, 19 April lalu. Tentara, yang namanya tak boleh dipublikasi, awalnya menjadi korban penculikan suatu komplotan yang terdiri dari dua perempuan dan seorang pria, begitu kata juru bicara Kepolisian Manicaland, Asisten Inspektur Muzondiwa Clean kepada laman NewsDay.
Korban awalnya percaya begitu saja ketika ditawari tumpangan oleh kelompok penculik. Lelaki malang itu berjalan sendirian di Birchenough Bridge, sekitar tengah malam. Itu  adalah kawasan bisnis di pinggir Mutare, kota terbesar ketiga di Zimbabwe.

Mereka saat itu berjalan-jalan dengan mobil Mercedez Benz. "Sejam kemudian, dalam perjalanan ke Mutare, pengemudi keluar dari jalur, dan saat korban bertanya mau dibawa ke mana, mereka bilang ingin cari makanan," kata Clean saat mengulangi pengakuan korban.

"Si tentara kemudian minta berhenti, dan ingin turun dari mobil, namun pengemudi malah keluarkan pisau mengancam dia. Seorang dari dua perempuan lalu menutupi mata korban dengan ikatan kain," Clean melanjutkan.  

Korban pun menyerah. Setelah tak lagi berdaya, mereka lalu menggasak harta bendanya. Sebuah ponsel dan uang setara US$35 disikat. Tak hanya itu, mereka melucuti  pakaian korban.

Dibawa ke suatu rumah, korban lalu diancam lagi. Kali ini lebih gawat: kalau mau selamat penuhi dulu kebutuhan birahi salah seorang dari dua perempuan yang  menculiknya. Bukan cuma sekali, tapi berkali-kali.

"Maka, selama empat hari berikut, dia dipaksa 'berhubungan intim' dengan salah seorang perempuan selama beberapa kali," kata Clean. Setelah tak lagi dibutuhkan, empat hari kemudian, atau pada 23 April 2013, lelaki naas itu dicampakkan di Pegunungan Dangamvura.

Menurut Clean, para pelaku cukup brutal. Korban sengaja dibuang di sana agar mati. Soalnya, kaki kiri korban sengaja dilukai dengan lemparan batu  sehingga sulit berjalan. Namun, sebagai tentara, korban mampu bertahan hidup. Dia berhasil melaporkan kemalangannya ke kantor polisi terdekat, di Sakubva.

Tak bisa dijerat hukum?

Tentu, fenomena perempuan perkosa lelaki menyentak dunia yang penuh patriarki. Sejumlah kasus, walaupun kontroversial, sudah masuk kajian ranah akademis. Watch Ruparanganda, profesor sosiologi dari Universitas Zimbabwe, menilai ada kalangan masyarakat di negaranya yang menggunakan sperma orang lain untuk tujuan ritual. Ada yang bilang itu untuk "juju," yaitu ritual membawa nasib baik dengan menggunakan saripati sperma.

Ada kepercayaan sperma bisa digunakan untuk regenerasi kehidupan, karena unsur itu adalah sumber hidup secara biologis. “Beberapa kalangan merasa nasib buruk akan hilang dengan memakai cairan itu," kata Ruparanganda, yang dikutip CNN. Ada pula yang percaya memakai sperma akan membawa bisnis jadi untung. Atau jadi jimat bagi penjahat agar bisa menghilang.  

"Pokoknya isu itu menjadi tak masuk akal," kata Ruparanganda, yang juga dikutip New Straits Times. Dia yakin sperma akhirnya menjadi bisnis menggiurkan.  Dia lalu memberi ilustrasi bagaimana sperma menjadi komoditas di pinggir jalan.

Ketika itu dia sedang melakukan riset doktoral pada 2005. Kalangan anak muda di Harare mengungkapkan kepada Ruparanganda, bahwa ada pengusaha mengajak mereka ke hotel, lalu ditraktir minum alkohol.  Setelah itu mereka ditawari kencan dengan perempuan pelacur. Tapi ada syaratnya, lelaki itu harus  memakai kondom, yang kelak isinya harus diserahkan ke si pengusaha setelah berhubungan intim.

Perkosaan perempuan atas laki-laki ini jadi debat serius di kalangan ahli hukum. Banyak negara memiliki hukum pidana ihwal perkosaan dengan pelakunya lazim berkelamin laki-laki. Tak pernah terdengar ada hukuman mengatur kasus perkosaan, dengan pelaku perempuan, dan laki-laki sebagai korbannya.

Kontroversi inilah yang disinggung pakar hukum Nigeria, Profesor Itse Sagay. Dia mengungkapkan, di negaranya hukum mengatur kasus perkosaan dengan pelaku laki-laki. Maka penegak hukum di negaranya tak habis pikir bila harus menindak perempuan sebagai pelaku perkosaan atas laki-laki. Sagay menunjukkan contoh kesulitan penegak hukum dalam menindak tersangka perempuan pemerkosa.

"Ada suatu kasus perkosaan oleh seorang perempuan atas anak laki-laki berusia 12 tahun. Bocah itu disekap, dan dipaksa berhubungan intim dengan pelaku. Akhirnya korban dibuang dari jembatan, agar tak membocorkan kejahatannya. Namun, perempuan itu tak bisa didakwa dengan pasal perkosaan, karena wanita tak bisa dituduh memperkosa pria," kata Sagay seperti dikutip Vanguard.

Di Inggris pun pernah ada kasus serupa. Pada 1978, seorang perempuan bernama Joyce McKinney dihukum penjara selama 12 bulan, karena memaksa seorang laki-laki berhubungan intim sambil diikat dengan rantai. Namun, McKinnei tak sampai tinggal di balik jeruji. Dia bisa bebas dengan membayar denda, dan kabur ke luar negeri. 

Sagay pun mengutarakan contoh kasus lain di Nigeria. Ada laporan dua perempuan muda suatu ketika menghentikan seorang tukang ojek, yang populer disebut Okada, untuk minta diantar ke suatu lokasi.

Di tengah perjalanan, tepatnya di suatu tempat sepi, dua perempuan itu tiba-tiba menodongkan pengojek itu dengan sepucuk pistol. Dia lalu disuruh telentang, dan melucuti celananya. Mereka lalu dikabarkan menyetubuhi tukang ojek secara bergilir, satu beraksi, dan satu lagi menodongkan senjata.

Begitu selesai, kedua perempuan itu berkata kepada tukang ojek bahwa mereka positif pengidap virus HIV. Rupanya aksi itu adalah bentuk balas dendam mereka karena ditulari virus AIDS dari laki-laki lain.  

"Di mata hukum, apakah bisa dua perempuan itu dikenakan dakwaan perkosaan? Beberapa pengacara sudah mengangkat isu itu," kata Sagay, yang juga dikutip allafrica.com.  Dia tetap tak yakin perempuan bisa jadi pemerkosa.

Argumen dia, seorang pria harus dirangsang  agar bisa “greng” dengan perempuan.  Jadi seorang laki-laki sulit jika dipaksa, atau diancam, agar bisa langsung berhubungan intim. Kata Sagay, dalam situasi takut dan disorientasi, laki-laki itu akan “letoy”. Dia tak akan mampu berhubungan seks. (np)
Baca Juga

DPRD SBD Jangan Terjebak, Harus Bedakan Hak Politik dan Kewajiban

Selasa, 21 Januari 2014 11:15 WITA
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang