Friday, 28 February 2014

Lupa Kartu di Mesin ATM, Uang Tabungan Rp 5 Juta Hilang


Jumat, 28 Februari 2014 23:48 WITA
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang

Thursday, 27 February 2014

Jadi Tersangka Korupsi, Wanita Cantik ini Menangis Masuk Tahanan

Kamis, 27 Februari 2014 13:42 WITA

Jadi Tersangka Korupsi, Wanita Cantik ini Menangis Masuk Tahanan 
POS KUPANG/MUHLIS AL ALAWI
Direktris CV Alfiani Jaya, Agnestin Rosianawati, selaku kontraktor pelaksana ditahan penyidik Kejati NTT sebagai tersangka kasus pengadaan mesin pompa air tahun anggaran 2012 di Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Rabu (26/2/2014) sore. Juga ditahan Pejabat Pembuat Komitmen, Putu Yuda Semedi (kanan). 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kontraktor pelaksana pengadaan 90 unit mesin pompa air senilai Rp 500-an juta di Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT tahun 2012, Agnestin Rosianawati,  tak kuasa menahan isak tangis saat aparat Kejati NTT menggiringnya ke dalam mini bus tahanan yang parkir di depan kantor tersebut, Rabu (26/2/2014).
Bukan tanpa sebab pemilik rumah makan Bakso Lapangan Tembak, samping Hotel T-More, itu menangis. Agnes harus menjalani kesehariannya selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Penfui Kupang.
Tak hanya Agnes, bersama Pejabat Pembuat Komitmen, Putu Yuda Semedi, juga ikut ditahan. Keduanya ditahan setelah diperiksa beberapa saat di Kejati NTT, Rabu (26/2/2014).
Pantauan  Pos Kupang, sebelum ditahan, dua tersangka yakni kontraktor pelaksana yang juga Direktris CV Alfiani Jaya, Agnestin  Rosianawati dan pejabat pembuat komitmen  Putu Semedi diperiksa dua jaksa berbeda di Kejati NTT. Putu diperiksa Jaksa Sherly Manutede dan Agnes diperiksa Jaksa Umbu Deta.
Sebelum ditahan, keluarga Agnes sempat menemuinya di Kantor Kejati NTT. Bahkan saat Agnes digiring ke mobil tahanan, beberapa keluarga juga ikut menangis. Kendati keluarga dan Agnes menangis, jaksa tetap menggiring Agnes ke minibus tahanan Kejati NTT.
Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Mangihut Sinaga, S.H, dikonfirmasi melalui Kasi Penkum dan Humas, Ridwan Angsar, S.H, membenarkan penahanan dua tersangka tersebut. Keduanya ditahan selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan.
Menurut Ridwan, sejatinya dua tersangka itu hendak diperiksa sebagai tersangka.
Namun lantaran tidak didampingi penasehat hukum, penyidik mengambil keputusan untuk menahan keduanya. Penyidik khawatir dua tersangka bakal melarikan diri bila tidak ditahan sehingga menyulitkan kelanjutan penyidikan kasus tersebut.
Ridwan menuturkan keduanya menjadi tersangka setelah penyidik memeriksa saksi-saksi. Tak hanya itu, jaksa penyidik juga sudah mendapatkan alat bukti lain berupa penghitungan kerugian negara.
Informasi yang dihimpun, kerugian yang dihitung penyidik mencapai ratusan juta rupiah. Tinggal BPKP NTT menghitung jumlah kerugian pastinya. Pengadaan 90 unit pompa senilai Rp 500-an juta ini mulai disidik Kejati NTT sejak pertengahan 2013. Aparat mulai menyelidik setelah mendapatkan informasi pompa yang diadakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak. Kondisi itu mengakibatkan kerugian negara.*
Penulis: alwy
Editor: alfred_dama

Kabur Bersama Pacar, Siswi SMK Ditangkap Pol PP

Jumat, 28 Februari 2014 12:15 WITA
Kabur Bersama Pacar, Siswi SMK Ditangkap Pol PP
net
Ilustrasi
 
Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu
POS KUPANG.COM, MAUMERE -- TM, siswi salah satu SMK Negeri di Kota Maumere nekat kabur dari rumahnya di Jalan Brai, Kelurahan Nangameting, Maumere,Senin (24/2/2014) pagi. 
TM nekat kabur bersama AGS alias Jo, siswa SMK di Kota Maumere yang adalah pacarnya agar bisa tetap selamanya dengan berniat buruk mau berangkat ke Makassar menggunakan KM Bukit Siguntang,  pekan ini.
TM berhasil ditangkap aparat Pol PP Sikka dipimpin Kasat Pol,  Buang Da Cunha, Rabu (26/2/2014) malam di asrama kekasihnya di Jalan Wairklau, Maumere.
Saat ditangkap,  kedua pasangan muda-mudi yang tengah dilanda asmara  langsung diserahkan kepada pihak Polres Sikka guna diambil tindakan hukum.
Kasat Pol PP Sikka, Buang Da Cunha kepada Pos Kupang, Kamis (27/2/2014) siang, menegaskan, pada Rabu (26/2/2014) pagi,  orangtua TM melaporkan kalau anaknya kabur dari rumah ke Kantor Pol PP Sikka. Orangtua ini meminta bantuan Pol PP Sikka mencari anaknya.
Menurut keterangan ibunya MT, anaknya kabur usai pergi sekolah,  Senin (24/2/2014) pagi,  mengenakan pakaian seragam SMK.
Anehnya, siang hari ia tidak kembali ke rumah sampai matahari kembali ke peraduannya di ufuk barat,  TM tidak menunjukkan batang hidugnya di rumah.
Ibu TM, lanjut Buang, panik dan malam itu meminta bantuan keluarga mencari TM di Kota Maumere. Di rumah teman dan keluarga tidak berhasil menemukan TM.
Pada keesokkan harinya, Selasa (25/2/2014) pagi hingga malam, keluarga mencari namun tidak menemukannya.  Malah TM tidak kembali ke rumah.
"Pada Rabu (26/2/2014) pagi,  ibu MT melapor ke Kantor Pol PP Sikka. Kami lalu mendapat informasi kalau MT ada di asrama kekasihnya. Kami jemput MT dan kekasihnya, Rabu (26/2/2014) malam," jelas Buang.
Beruntung keluarga mendapat informasi kalau TM kabur dengan kekasihnya dan berencana hendak ke Makassar menggunakan KM Bukit Siguntang yang akan merapat di Pelabuhan Lorens Say pekan ini.
"Informasi keluarga  TM, kami  sikapi dengan mencari keberadaan TM di beberapa tempat di Kota Maumere. TM  kami temukan di salah satu asrama kekasihya di Jalan Wairklau. Setelah kami tangkap kami langsung bawa ke Kantor Pol PP Sikka.  Kami lalu mengantar keduanya ke Kantor Polres Sikka agar bisa diberikan tindakan,  jika keluarganya inginkan proses hukum," ujar Buang.
Buang menjelaskan, saat pihaknya mendatangi asrama kekasihnya ada yang mau menyembunyikan MT. Namun akhirnya MT keluar dari asrama tersebut.
"Ketika di Kantor Pol PP kami sudah minta keduanya membuat pernyataan dan menghubungi keluarga MT di Jalan Brai agar keluarga  menyelesaikan secara kekeluargaan atau melalui jalur hukum," papar Buang.*
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang

Wednesday, 26 February 2014

Gadis 13 Tahun Diperkosa Tukang Ojek di Kuburan

Rabu, 26 Februari 2014 10:45 WITA

Gadis 13 Tahun Diperkosa Tukang Ojek di Kuburan
Net
Ilustrasi
POS KUPANG.COM, KEFAMENANU -- MM (13), seorang remaja asal Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan seorang tukang ojek, Na ke Polres TTU. MM mengaku diperkosa Na di pemakaman umum belakang PLN lama, Kelurahan Aplasi.Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres TTU, Iptu Zefnat SY Tefa kepada Kompas.com, Kamis (20/2/2014) mengatakan, orangtua korban langsung melapor ke Polres TTU setelah mendengar pengakuan dari anak mereka.
"Sesuai keterangan korban (MM), kejadian itu berawal pada tanggal 13 Februari malam sekitar pukul 20.00 Wita, ketika MM diajak oleh teman wanitanya bernama ME untuk bertemu pacar temannya itu di Naesleu. Sampai tempat tujuan, ME pun lantas bertemu sama pacarnya dan meninggalkan korban sendirian di depan SPBU Naesleu," kata Zefnat.
Saat korban sendirian itu, lanjut Zefnat, datanglah seorang tukang ojek yang memperkenalkan diri bernama Na dan kemudian merayu korban serta mengajaknya jalan-jalan.
"Na membawa korban menuju kuburan umum di belakang PLN lama. Di kuburan itulah, korban dicabuli. Saat melakukan pencabulan korban diancam akan dibunuh, sehingga karena takut, korban pun pasrah," jelasnya.
Setelah diperkosa, korban kemudian dibawa ke rumah keluarga Na di Tanah Putih, Kelurahan Kefamenanu Tengah dan baru dipulangkan Rabu (19/2/2014) kemarin. "Korban ini kelihatannya masih lugu sehingga mau diajak Na kemana saja," beber Zefnat.
Setibanya di rumah, MM ditanya kedua orangtuanya yang panik karena beberapa hari menghilang. Korban mengaku diperkosa Na. Orangtuanya pun tak terima dan melapor ke polisi.
"Pelaku sampai saat ini belum kita tangkap, namun identitasnya sudah diketahui, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita akan tangkap pelakunya," tandas Zefnat.
Menurut Zefnat, korban mengaku hanya mengenal tukang ojek itu berinisial Na dan sepeda motor yang dikendarai Na yakni Honda Revo warna hitam. Namun sayangnya, korban tidak mengingat pelat nomor kendaraan pelaku.*
Editor: alfred_dama
Sumber: Kompas.com

TKI Tewas Tertembak di Malaysia, Dipulangkan Hari Ini

Rabu, 26 Februari 2014 10:36 WITA
TKI Tewas Tertembak di Malaysia, Dipulangkan Hari Ini
net
ilustrasi tembak 
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Alas Kota Bot, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Muksimus Tuas, tewas tertembak saat berburu babi hutan bersama teman majikannya di Malaysia.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belu Magdalena Tiwu, yang dihubungi dari Kupang, Rabu (26/2/2014), membenarkan telah mendapatkan kabar mengenai kejadian tersebut.
Korban Muksimus ke Malaysia bersama istrinya dengan jalur resmi dua tahun silam.
Magdalena mengatakan, sesuai informasi yang diterima,  Muksimus tewas tertembak pada Kamis (20/2/2014), saat bersama teman majikannya Chong Kaming, berburu di hutan negeri jiran tersebut.
"Kabarnya korban tidak sengaja ditembak oleh Chong Kaming, saat mereka sedang berburu babi hutan," kata Magdalena.
Muksimus, adalah seorang TKI legal yang berada di Malaysia bersama istrinya sejak dua tahun silam. Muksimus pergi menggunakan dokumen resmi, dengan nomor paspor 092483.
Tim Satuan Tugas (Satgas) KBRI dilaporkan telah mendatangi lokasi kejadian di sebuah hutan di Malaysia, untuk mencari tahu sejumlah hal, demi kepentingan penelusuran jejak kejadian dan kematian korban Muksimus Tuas.
Menurut Magdalena, lokasi kejadian salah tembak di Ipo, yang jaraknya sekitar 200 kilometer dari Kuala Lumpur-Malaysia.
Pascamendatangi lokasi kejadian, Tim Satgas KBRI dijadwalkan bertemu istri almarhum Muksimus bersama majikannya di Malaysia. Ada sejumlah hal yang ingin diketahui oleh Tim Satgas KBRI, termasuk permohonan pemulangan jenazah korban.
"Majikannya setuju dan bertanggung jawab untuk semua biaya pemulangan hingga pemakaman di kampung halaman Desa Alas Kota Bot," kata Magdalena.
KBRI di Malaysia, melaporkan jenazah akan dipulangkan ke tanah air, pada hari ini, dengan bantuan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) serta Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur.(ant)

Editor: alfred_dama